Bisnis  

Bank NTT Atambua Catat Kinerja Positif di Semester Pertama Tahun 2022

Di tangan dingin Pemimpin Cabang Adrianus M. Pontus, Bank NTT berhasil menyumbang deviden yang jauh lebih besar, dibandingkan jumlah penyertaan modal yang disetor oleh pemerintah Kabupaten Belu.

Perayaan syukur Bank NTT Atambua yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda Kabupaten Belu. (Foto: Istimewa)

Atambua, KN – PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) Kantor Cabang Atambua mencatat sejumlah kinerja positif di semester pertama tahun 2022.

Di tangan dingin Pemimpin Cabang Adrianus M. Pontus, Bank NTT berhasil menyumbang deviden yang jauh lebih besar, dibandingkan jumlah penyertaan modal yang disetor oleh pemerintah Kabupaten Belu.

Hal ini tertuang dalam laporan semester pertama Pemimpin Cabang Bank NTT Atambua, Adrianus M. Pontus dalam acara gathering dan ramah tamah bersama Pemkab Belu di Kantor Cabang Bank NTT Atambua, Kamis 30 Juni 2022.

Menurut Adrianus M. Pontus, Bank NTT Cabang Atambua selalu bekerja lebih baik dari tahun ke tahun dan terus melaksanakan spirir kolaborasi yang selalu digaungkan oleh Pengurus dan Direksi Bank NTT, terutama Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho.

Selama semester pertama tahun 2022, Bank NTT Cabang Atambua telah berkontribusi dan berkolaborasi dalam berbagai sektor pembangunan di Kabupaten Belu.

“Kepemilikan modal Pemkab Belu sampai saat ini adalah Rp61,371 Miliar. Sedangkan dividen atau bagi hasil yang telah diterima Pemkab Belu sebagai salah satu pemegang saham Bank NTT sampai saat ini mencapai Rp75,234 Miliar. Ini merupakan PAD bagi Pemkab Belu,” kata Adrianus Pontus dalam Siaran Pers yang diterima media ini, Senin 4 Juli 2022.

Tidak hanya deviden yang melewati modal, Bank NTT Cabang Atambua juga mencatat peningkatan jasa-jasa bank atas penempatan dana. Selain penerimaan jasa lainnya yang disetor ke kas sebagai PAD, jasa-jasa penempatan dana baik Giro maupun Deposito oleh Pemkab Belu terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sesuai Perda Kabupaten Belu No 5 Tahun 2020, maka Tahun 2022 total penyetoran ke Bank NTT adalah Rp12,5 Miliar. Saat ini jumlah yang sudah disetor adalah Rp5 Miliar, sisa Rp7,5 Miliar.

Hal positif lainnya adalah pelaksanaan transaksi non tunai di lingkup Pemkab Belu selama semester pertama berjalan dengan baik, dan tersistem dalam CMS untuk pembayaran honor, perjalanan dinas, dan biaya operasional lain sesuai dengan Surat Edaran (SE) dan Perbup No. 26 Tahun 2021.

“Bank NTT Cabang Atambua terus mendukung program pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian, baik Padi maupun Jagung, dengan menyalurkan kredit merdeka selama semester pertama untuk petani sebesar Rp1,151 Miliar,” ungkap Adrianus Pontus.

Menurutnya, dana tersebut termasuk untuk sektor pertanian khusus di persawahan Lamaksenulu serta Makir senilai Rp298 Juta, dan telah dilakukan panen perdana. Proses penyelesaian pinjaman pun telah diselesaikan dengan baik.

Pinca Bank NTT Atambua menjelaskan, Bank NTT mendukung penuh program Belu Berbunga. Karena itu, Bank NTT memberikan dana CSR (Corporate Social Responsibility) bidang lingkungan senilai Rp288.067.000 untuk penataan Taman Kota Simpang Lima. Sesuai dengan rencana, TP. PKK Kabupaten Belu, taman ini akan resmi digunakan pada tanggal 17 Agustus 2022.

BACA JUGA:  Dirut Bank NTT dan Kadis Rapat di Bawah Pohon, Demi Eksekusi Mimpi Gubernur VBL

Dalam laporannya, Pemimpin Cabang Atambua Adrianus M. Pontus menyampaikan, Bank NTT terus berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Belu, Pemerintah Desa dan kelompok masyarakat serta pelaku UMKM di 5 desa yang akan menjadi Desa Binaan Bank NTT Tahun 2022, yakni Desa Fatulotu, Desa Dua Lasi Railulun, Desa Dua Rato, Desa Dirun, dan Desa Kabuna.

“Kita sama-sama berkolaborasi untuk menata setiap desa agar layak dijadikan destinasi pariwisata, sebagai lokomotif bagi UMKM dan geliat ekonomi di desa-desa tersebut,” katanya.

Bank NTT Cabang Atambua juga turut serta dalam pengendalian Stunting, dalam rangka HUT ke-60 PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur pada tanggal 17 Juli 2022.

Tahun ini, Bank NTT Atambua dan Dinas Kesehatan serta TP. PKK Kabupaten Belu mengintervensi 298 anak, dengan total dana senilai Rp89.400.000 selama satu bulan.

“Selanjutnya nanti selama 6 bulan ke depan, kami akan menyisihkan dana Rp300.000 per orang dari gaji 80 pengawai Bank NTT untuk melanjutkan program pengendalian Stunting bagi anak-anak di Kabupaten Belu. Kami berharap ini dapat menginspirasi semua stakeholder untuk bisa bekerja sama dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk bersama-sama bekerja mengenda persoalan stunting,” jelas Adrianus.

Bank NTT Cabang Atambua juga terus berkontribusi dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan di Kabupaten Belu. Ini adalah komitmen untuk terus menghidupkan kembali berbagai kegiatan yang akan berdampak pada geliat ekonomi masyarakat, termasuk pemberian sumbangan dan perhatian kepada komunitas disabilitas yang tergabung dalam BSF Kabupaten Belu senilai Rp25.000.000.

“Kami juga terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi aparatur atau PNS di Kabupaten Belu yakni dengan menurunkan suku bunga kredit ke 8,75 persen yang dipungut secara flat. Kami telah meluncurkan digital loan untuk PNS di Kabipaten Belu. Dengan digital Loan ini nasabah atau teman-teman PNS cukup mengajukan kredit dari fasilitas mobile banking pada HP android setiap Pegawai,” ungkap Adrianus.

“Kami menyarankan agar teman-teman pegawai segera menginstal aplikasi mobile banking Bank NTT di HP android masing-masing untuk mempermudah penganuan pinjaman ke Bank NTT,” tutup Pinca Bank NTT Atambua Adrianus M. Pontus.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Belu dr. Taolin Agustinus mengucapkan terima kasih banyak kepada Bank NTT untuk semua dukungan dan kolaborasinya bersama Pemkab Belu. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung  Bank NTT termasuk penambahan atau penyertaan modal pada Bank NTT. (*)