“Sebenarnya dengan siapapun kita bisa bekerjasama, dan syukur karena Karang Taruna Kota sudah mau bekerjasama,’” ujarnya dan menambahkan, “Syarat kredit Mikro Merdeka ini adalah harus yang sudah punya usaha dan mau mengembangkan usahanya. Syaratnya mudah, yakni KTP, keterangan usaha dari kelurahan dan syarat lain yang tidak memberatkan,” tegasnya.

Adapun nilai pinjamannya Rp5 Juta dan maksimal Rp10 Juta bagi yang sudah melunasi dan mau menambah lagi. Ada keunggulan dari skim kredit ini yakni tidak ada bunga, tidak ada anggunan serta menariknya, bisa diangsur harian, mingguan maupun bulanan.

“Bank NTT siap memberi support kepada kader Karang Taruna untuk berusaha. Kita fasilitasi dengan skim kredit ini, dan kedepan kerjasama dengan teman-teman pengurus Kota Kupang dan kelurahan dalam identifikasi serta penentuan kelayakan calon mitra kita. Syaratnya tidak sulit, dan kami siap turun ke kelurahan-kelurahan untuk sosilisasikan. Karang Taruna adalah organisasi yang sangat bisa diandalkan dalam optimalisasi potensi kepemudaan, dan tepat jika sudah bersinergi dengan Bank NTT,” tegasnya.

Sementara Ketua KADIN Kota Kupang, Djemy Lassa saat itu memotivasi kader yang mau usahanya berkembang untuk jangan pernah takut melangkah. Dia pun mengajarkan tentang strategi agar usaha bisa berkembang.

“Saya menaruh apresiasi dengan gebrakan Karang Taruna Kota Kupang. Kalau semua Karang Taruna bergerak maka sudah pasti kota ini akan maju. Saya percaya itu. Ini langkah yang  luar biasa dari Karang Taruna. Dan apresiasi kepada Bank NTT yang  sudah membuka diri dan mau bersinergi,” tegas owner Timorese Komputer ini.

Berbisnis menurutnya adalah hal yang gampang-gampang susah namun dia percaya bahwa hari ini para peserta sosialisasi sudah berada pada rel yang benar, yakni mau menjadi seorang pengusaha.

“Makanya kita terus memotivasi agar semakin banyak orang yang menjadi pengusaha, karena ketika dia berhasil, keberhasilaan itu tidak hanya untuk dirinya sendiri melainkan untuk orang lain,” tegas Djemy.