Menurut Dirut Alex Riwu Kaho, Bank NTT juga hadir di setiap pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Manggarai Barat melalui alat pembayaran non tunai yakni QRIS (Quick Respons Code Indonesian Standard).

Melalui alat pembayaran non tunai QRIS, pedagang maupun pembeli tidak lagi sibuk mencari uang-uang receh untuk pengembalian saat bertransaksi.

“Kemudian penggunaan QRIS bisa mengeliminasi peredaran uang palsu, real time langsung ke rekening. Jadi aman, mudah, murah, dan cepat itu bisa terlaksana,” ungkap Dirut Alex Riwu Kaho.

Ia menambahkan, tahun ini Bank NTT diberikan target 150.000 merchant dan transaksi QRIS. Karena itu, untuk mensiasati target tersebut, Bank NTT bakal masuk ke setiap pedagang baik yang bersifat ritel atau grosir bahkan sampai ke pasar-pasar dan kios-kios.

“Upaya ini semata-mata untuk memperkenalkan dan mengajak semua pihak memanfaatkan transaksi digital ini yang sudah terbukti cepat, mudah, murah, dan aman,” tandas Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho.

Untuk diketahui, Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat , Nusa Tenggara Timur bakal jadi salah satu venue penyelenggaraan G-20 dan ASEAN Summit pada tahun 2023.