Bisnis  

Hadir di Waterfront City, Cara Cerdas Bank NTT Sumbang Pendapatan Asli bagi Daerah

Kehadiran Bank NTT merupakan bentuk kontribusi nyata untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho memberikan keterangan Pers kepada wartawan usah launching QRIS di Waterfront City, Labuan Bajo (Foto: Istimewa)

Labuan Bajo, KN – Bank NTT resmi hadir di Waterfront City, Kota Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat dengan berbagai layanan digitalnya.

Kehadiran Bank NTT merupakan bentuk kontribusi nyata untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, sebagai Bank milik pemerintah daerah, Bank NTT memiliki kewajiban untuk berkontribusi bagi peningkatan PAD.

Kehadiran layanan digital Bank NTT di wilayah destinasi wisata kelas super premium itu, diyakini bakal memberikan banyak keuntungan dan kesejahteraan bagi daerah.

“Melalui kerja sama dan kolaborasi dengan KSOP dan Pemkab Manggarai Barat, kita memediasi transaksi yang sifatnya untuk menambah PAD dan pajak bagi pemerintah pusat,” kata Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dalam launching QRIS di Waterfront City Labuan Bajo, Selasa 10 Mei 2022.

Ia menjelaskan, dengan kerja sama tersebut, Bank NTT akan terlibat langsung dalam pengelolaan Waterfront City mulai dari pembayaran pas masuk, parkiran, ticketing, sampai pada semua layanan perbankan di area Waterfront City.

Menurut Dirut Alex Riwu Kaho, Bank NTT juga hadir di setiap pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Manggarai Barat melalui alat pembayaran non tunai yakni QRIS (Quick Respons Code Indonesian Standard).

BACA JUGA:  Julie Sutrisno Gandeng PTTEP Bangun Fasilitas Air Bersih di Kabupaten Ngada

Melalui alat pembayaran non tunai QRIS, pedagang maupun pembeli tidak lagi sibuk mencari uang-uang receh untuk pengembalian saat bertransaksi.

“Kemudian penggunaan QRIS bisa mengeliminasi peredaran uang palsu, real time langsung ke rekening. Jadi aman, mudah, murah, dan cepat itu bisa terlaksana,” ungkap Dirut Alex Riwu Kaho.

Ia menambahkan, tahun ini Bank NTT diberikan target 150.000 merchant dan transaksi QRIS. Karena itu, untuk mensiasati target tersebut, Bank NTT bakal masuk ke setiap pedagang baik yang bersifat ritel atau grosir bahkan sampai ke pasar-pasar dan kios-kios.

“Upaya ini semata-mata untuk memperkenalkan dan mengajak semua pihak memanfaatkan transaksi digital ini yang sudah terbukti cepat, mudah, murah, dan aman,” tandas Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho.

Untuk diketahui, Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat , Nusa Tenggara Timur bakal jadi salah satu venue penyelenggaraan G-20 dan ASEAN Summit pada tahun 2023.

Langkah Bank NTT ini merupakan strategi cerdas untuk menyambut even yang akan menghadirkan tamu-tamu kehormatan dari berbagai negara tersebut serta akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan PAD. (*)