“Di BPD kita harus berinovasi, kreatif serta berkontribusi karena itu melalui kolaborasi dan kerjasama dengan KSOP, dengan Pemkab Manggarai Barat, kita memediasi transaksi-transaksi yang sifatnya untuk menambah PAD dan juga untuk menampung pajak-pajak bagi pemerintah pusat. Sehingga sistem pembayarannya kita masuk mulai dari pas masuk ke sini, ticketing, sampai pada semua jasa layanan perbakan yang ada pada waterfront city Labuan Bajo ini. Kita juga hadir di pasar tradisional dan Inpres yang ada di Manggarai Barat maupun di seluruh NTT,” ujar Alex.

Diakuinya, penggunaan QRIS akan  meminimalisir peredaran uang palsu. Lagipula setiap transaksi langsung masuk ke rekening sehingga aspek aman, mudah, murah dan cepat ini terlaksana dan warga yang berbelanja tanpa membawa dompet pun tidak perlu khawatir.

“Apalagi tahun ini Bank NTT ditargetkan 350.000 merchant QRIS dan transaksinya oleh karena itu secara strategi kita masuk pada semua potensi yang ada, baik yang sifatnya retail, grosir, pasar-pasar maupun sampai ke kios-kios semata-mata memperkenalkan semua pihak untuk memanfaatkan transaksi digital yang aman ini,” pungkas Alex.

Untuk diketahui, launching ditandai dengan scar QRIS persewaan sepeda listrik, serta diwarnai mini expo UMKM binaan Bank NTT. Hadir sekira belasan booth yang diisi UMKM dengan berbagai jenis roduk unggulan mulai dari tenunan, makanan, minuman dan kerajinan tangan lainnya. (Humas Bank NTT)