Apalagi, sekarang sudah hadir BI FAST, yakni cara mudah dalam melakukan pengiriman uang. Layanan ini aktif 1 X 24 jam sehari, tujuh jam setiap minggu bahkan hari libur pun aktif. Dengan BI FAST, biaya operasional banyak dipangkas. Jika sebelumnya sekali transfer Rp 6.500, maka dengan program ini cukup membayar Rp 2.500 sekali transfer.

Secara nasinal menurutnya, tahun ini Bank Indonesia akan meng-QRIS-kan sebanyak 15 juta merchant, bahkan pihaknya berharap jumlah ini meningkat. Bahkan untuk Labuan Bajo, kedepan seluruh persewaan kapal, retribusi parkir, termasuk jenis usaha yang tradisional sekalipun akan dijangkau layanan pembayaran secara digital.

Sementara Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya digitalisasi dalam sistem pembayaran. Ini karena digitalisasi telah merubah banyak pola hidup masyarakat.

“Secara praktis, QRIS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena pembeli tidak pusing dengan uang tunai, dn penjual pun tidak pusing dengan uang receh untuk kembalian. Nah, berbagai cerita tentang kemudahan dan keunggulan QRIS ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Ini tugas kita bersama, bagaimana rakyat kita harus tau menjadikan QRIS ini sebagai budaya,” ujar Edistasius lagi.