Tidak hanya itu, hadir juga Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Dana, Johanis Landu Praing, serta sejumlah kepala divisi, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya ADG Bank Indonesia, Ny.  Aidah S. Budiman menegaskan bahwa selama dua tahun terakhir, kondisi ekonomi tanah air sempat mengalami kendala serius karena COVID 19. Dan ini sangatlah berdampak pada daerah-daerah yang menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan perekonomian.

“Namun kita apresiasi Labuan Bajo yang terus berbenah, apalagi dihadirkannya waterfront city oleh pemerintah pusat, yang katanya akan menjadi terbaik di dunia. Dengan demikian, Bank Indonesia datang menawarkan layann pembayaran digital, yakni QRIS,” tegasnya menambahkan, digitalisasi dalam pembayaran sudah menjadi sebuah kebutuhan apalagi Bank Indonesia sudah menyiapkan blue print sistem pembayaran di Indonesia.

Namun apa jadinya jika masyarakat tidak diedukasi secara baik. Sehingga dihadirkanlah berbagai program sosialisasi. Masih menurutnya, dengan QRIS, banyak yang dimudahkan yakni tidak perlu membawa dompet lagi.