Jika sudah dinarasikan maka akan berdampak pada nilai ekonomis sebuah karya intelektual. “Kita harus membangun narasi tentang peradaban kita,” ujar orang nomor satu di NTT itu.
Tak sekali dia mengingatkan agar semua pihak bekerja secara kolaboratif karena ketika semua sistem berkolaborasi secra baik maka akan sangat membantu sektor UMKM.
“Itu menujukkan bahwa peradaban NTT sedang naik. Ketika semua menggunakan produk UMKM, maka tandanya kita sedang menghidupi daerah lain. Sebagai gubernur, saya akan terus mendorong pertumbuhan UMKM. Dan saya pun berkepentingan dengan kualitas serta menciptakan pasar bagi mereka,” ujar Viktor lagi.
Sebuah negara meurutnya akan kuat jika sektor UMKM-nya kuat. Dia mencontohkan kemarin ketika COVID, dan banyak perusahaan berskala besar gulung tikar, namun sektor UMKM tetap survive.
“Jika sebuah negara pertumbuhan ekonominya datang dari UMKM maka fondasinya akan sangat kuat. Bank-bank besar di Amerika sedang berubah menjadi bank UMKM. Karena itu saya berterimakasih kepada BI dan OJK yang terus mendorong sehingga UMKM menjadi sektor garapan yang menggairahkan,” demikian Viktor.
Hadir sebagai narasumber dalam talkshow ini, sejumlah pejabat yakni Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala OJK, Robert Sianipar, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto.
Dipandu oleh Pemred Pos Kupang, Hasyim Ashari, Kepala BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menegaskan bahwa jika UMKM yang akan dikembangkan maka ada tiga pilar yang harus diperhatikan yakni penguatan kelembagaan. Kedua, membangun kapasitas UMKM itu, atau sering disebut capacity building.
“Kita sudah ada BI Young Entrepreneur School. Di sekolah ini kita ajarkan bagaimana dia memulai, berkomitmen menjadi seorang entrepreneur. Bagaimana dia berproduksi, kemasan, akses kepada pemasaran, akses pada digitalisasi. Sudah 107 peserta yang lulus,” tegas Nyoman.
Sedangkan pilar ketiga, akses kepada pembiayaan. Dia berharap dengan sinergi dan kolaborasi yang baik ini bisa membangun UMKM di NTT naik kelas.







Tinggalkan Balasan