Dia lantas menuturkan bahwa dalam setiap kunjungan kerjanya ke daerah, dia selalu memborong seluruh hasil tenunan yang dihasilkan mama-mama. Baginya itu bukan sengaja dilakukan agar menuai pujian dari banyak orang, melainkan dengan dia berbelanja pada UMKM itu, maka dia sudah menghidupi mereka.
“Dan ini juga sebagai bukti saya menghargai serta saya memberikan penghormatan kepada mereka yang sudah berkontribusi secara intelektual. Kita harus mampu untuk menjadi bagian dari pembangunan. Itu ciri khas manusia pemimpin. Nilai intelektual itu tidak gampang dan tidak semua orang begitu. Itulah kenapa saya datang dimana saja akan beli,” tegas Viktor sembari berharap agar karya-karya intelektual ini harus dinarasikan secara baik agar tercatat sebagai sebuah bukti sejarah.
Jika sudah dinarasikan maka akan berdampak pada nilai ekonomis sebuah karya intelektual. “Kita harus membangun narasi tentang peradaban kita,” ujar orang nomor satu di NTT itu.
Tak sekali dia mengingatkan agar semua pihak bekerja secara kolaboratif karena ketika semua sistem berkolaborasi secra baik maka akan sangat membantu sektor UMKM.





Tinggalkan Balasan