Ia menegaskan, apabila Kepala Desa berkoordinasi dengan pemerintah, maka harus disampaikan secara resmi kepada Bupati terkait penolakan atas niat “Bantu Dapur” dari Pemda Lembata.
“Menurut sebagian besar dari kami, “Bantu Dapur” ini melecehkan masyarakat adat Lefo Lamalera,” tandasnya.
Berikut dasar penolakan warga Diaspora Lamalera:
1. Seluruh rangkaian acara adalah ritual Leva Nuang yang puncak pada Misa Leva dan Tena Fule sudah menjadi acara atau ritual adat tahunan masyarakat Lamalera.
2. Ritual ini adalah adat religious tahunan Lefo yang sama sekali tidak terkait dan/atau dikait-kaitkan dengan rencana program Pemda Lembata.
3. Karena ditenggarai Explorasi, Pameran, dan Expresi Wisata Budaya Leva Nuang, inisiatif Pemda Lembata ini akan mengganggu kesakralan ritual menuju Misa Leva.
4. Dari sisi perubahan sosial, praktik bantu dapur ini secara perlahan akan mereduksi dan/atau mengurangi soliditas antarwarga Lefo Lamalera karena mereka tidak lagi intens bertemu dan duduk Bersama untuk urus dapur pada saat-saat seperti ini.





Tinggalkan Balasan