Kupang, KN – PT. Bank Pembangunan Daerah Provinsi NTT (Bank NTT) meraih penghargaan Top CSR (Corporate Secretary Responsibility) Award Bintang 4.

Bank NTT dinyatakan layak menyandang predikat ini karena dinilai sebagai perusahaan yang berhasil menjalankan program CSR dengan sangat baik.

Penghargaan diserahkan di Jakarta, Rabu 30 Maret 2022 dan diterima oleh Kasubdiv Promosi Korporasi dan CSR Bank NTT, Egbert E.D Balukh dan Monalisa  Buifena selaku staf pada Divisi Corsec & Legal mewakili manajemen Bank NTT.

“Sederetan penghargaan ini diberikan setelah PT. BPD NTT melalui proses penilaian  termasuk wawancara oleh dewan juri sehingga berdasarkan sidang pleno, diterbitkanlah keputusan PT. BPD NTT sebagai pemenang TOP CSR awards 2022 star 4 dan bapak Direktur Utama Harry Alexander Riwu Kaho sebagai pemenang Top Leader on CSR comitment 2022,” demikian release dari penyelenggara.

Selain PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT/Bank NTT), ada juga perusahaan-perusahaan besar lainnya yakni MMS Group Indonesia, Multi Harapan Utama; Kideco Jaya Agung; Geo Dipa Energi; Yayasan BSM Umat; Indonesia Power; Borneo Indobara; Chandra Asri Petrochemical; Bank BRI; Len Industri, MNC Group; Bank Jatim; Kaltim Prima Coal; Aice Group; Sasa Inti; Suntory Garuda Beverage; Danareksa; Sharp Electronics Indonesia; Pupuk Kaltim; Hero Supermarket; Sucofindo; Asuransi Sinarmas; Asmin Bara Bronang.

Kemudian, ada juga nama-nama ini: Solusi Bangun Indonesia; Petro Kimia Gresik; Bank Mandiri; Perusahaan Gas Negara; Lembaga Penjamin Simpanan; Taspen; Bank Sumsel Babel; Jasa Sarana, Bank BCA, Astra Internasional, dan Badak NGL.

Kasubdiv Promosi Korporasi dan CSR Bank NTT, Egbert E.D Balukh dan Monalisa  Buifena selaku staf pada Divisi Corsec & Legal mewakili manajemen Bank NTT menerima penghargaan ini (Foto: Humas Bank NTT)

850 Kandidat & 160 Finalis

Ketua Penyelenggara TOP CSR Awards 2022, M. Lutfi Handayani, yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Top Business sebagai penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 850 perusahaan di Indonesia (long list kandidat pemenang). Ada sebanyak 200 perusahaan yang mengikuti penilaian, dan 160 perusahaan mengikuti secara lengkap. “Jumlah ini meningkat 10% dibanding tahun lalu yang sebanyak 145 perusahaan,” kata Lutfi.