“Jadi tetap kita munculkan ciri khas dari NTT. Seperti atap atap dari bangunan ini, agar ada rasa kepemilikan dari masyarakat setempat. Kita juga menambahkan lampu, sehingga kota Kupang semakin cantik,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum lokasi Pantai Kelapa Lima ditata, kawasan itu tampak kumuh karena tidak tertatah secara baik.

“Sehingga menumbulkan kesan yang kurang bagus. Dan waku itu, presiden meminta menteri PUPR untuk melakukan penataan kawasan kota kupang ini,” terangnya.

Dengan demikian, ia berpesan kepada seluruh masyarakat NTT, khususnya warga Kota Kupang untuk tetap menjaga sejumlah tempat yang telah dibangun untuk mendukung parieisata di Kota Kupang.

“Pesan saya cuma satu. Tolong jaga kebersihan dan merawat aset yang sudah kita bangun ini dengan baik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kementerian PUPR tidak hanya menata kawasan wisata kuliner di Pantai Kelapa Lima. Tetapi juga membangun kawasan wisata di Kota Lama Kupang, tepatnya di Pantai Lai-Lai Besi Kopan (LLBK), serta taman disepanjang jalan Frans Seda Kupang.