Ia menambahkan, penguatan kendali mutu harus diberikan, sehingga produk UMKM yang masuk ke pasar domestik dan internasional terjamin dari sisi kesehatan.

Sementara Kepala BPOM Kupang Tamran Ismail mengatakan, kerja sama BPOM dan Bank NTT adalah menindaklanjuti perintah Presiden RI Joko Widodo agar semua pelaku UMKM harus diberdayakan.

“Ini karena Presiden ingin agar semua pelaku UMKM diberdayakan. Dan kebetulan kami juga memiliki program terkait peningkatan UMKM,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, seluruh produk yang dihasilkan UMKM binaan Bank NTT harus dilakukan pengujian terlebih dahulu, sebelum dipasarkan.

“Jadi semua produk itu harus sudah lolos dan terdaftar di BPOM. Sebelum dijual, mereka ambil sampel dan dikirimkan ke BPOM untuk diuji,” ungkapnya.

Tamran Ismail mengakui, produk dari UMKM binaan Bank NTT lebih banyak bergerak pada sektor pangan lokal, seperti roti dan keripik. Selain itu ada obat jenis jamu, minyak gosok dan kosmetik. “Kalau paling banyak itu pangan,” terangnya.

Kepala BPOM Kupang berharap, seluruh UMKM di NTT mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saling dengan dengan daerah lain.