Bisnis  

Bank NTT dan BPOM Bangun Kerja Sama, Pastikan Produk UMKM Layak Konsumsi

Penandatanganan MoU berlangsung di Hotel Aston Kupang

Penandatanganan MoU oleh Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dan Kepala BPOM Kupang Tamran Ismail (Foto: Humas Bank NTT)

Kupang, KN – Bank NTT melakukan penandatanganan kerja sama atau MoU dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kupang untuk menguji dan mengkaji seluruh jenis produk UMKM yang menjadi binaan Bank NTT.

Penandatanganan MoU berlangsung di Hotel Aston Kupang, saat pembukaan kegiatan Festival PAD, Desa Binaan Bank NTT, dan Program Ramai Skali, Senin 21 Maret 2022.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, dalam rangka menjawab potensi dan tantangan yang dihadapi oleh UMKM dan sebagian besar pelaku usaha di NTT, maka Bank NTT melakukan kolaborasi dengan semua stakeholder untuk membangun desa.

Kolaborasi membangun desa berhasil menciptakan beberapa terobosan. Karena itu, untuk menghasilkan usaha dan produk yang berkelanjutan dan memiliki kendali mutu yang baik, maka dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak.

“Bank NTT bekerja sama dengan BPOM Kupang. Dalam skema kerja sama ini, BPOM akan memberikan penguatan kendali mutu,” jelas Dirut Alex Riwu Kaho dalam saat launching Festival PAD, Desa Binaan dan Program Ramai Skali belum lama ini.

Ia menambahkan, penguatan kendali mutu harus diberikan, sehingga produk UMKM yang masuk ke pasar domestik dan internasional terjamin dari sisi kesehatan.

BACA JUGA:  Bahas Pemberdayaan Ekonomi Umat, Dirut Bank NTT, Kepala OJK dan Kepala BI Bertemu Uskup Atambua

Sementara Kepala BPOM Kupang Tamran Ismail mengatakan, kerja sama BPOM dan Bank NTT adalah menindaklanjuti perintah Presiden RI Joko Widodo agar semua pelaku UMKM harus diberdayakan.

“Ini karena Presiden ingin agar semua pelaku UMKM diberdayakan. Dan kebetulan kami juga memiliki program terkait peningkatan UMKM,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, seluruh produk yang dihasilkan UMKM binaan Bank NTT harus dilakukan pengujian terlebih dahulu, sebelum dipasarkan.

“Jadi semua produk itu harus sudah lolos dan terdaftar di BPOM. Sebelum dijual, mereka ambil sampel dan dikirimkan ke BPOM untuk diuji,” ungkapnya.

Tamran Ismail mengakui, produk dari UMKM binaan Bank NTT lebih banyak bergerak pada sektor pangan lokal, seperti roti dan keripik. Selain itu ada obat jenis jamu, minyak gosok dan kosmetik. “Kalau paling banyak itu pangan,” terangnya.

Kepala BPOM Kupang berharap, seluruh UMKM di NTT mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saling dengan dengan daerah lain.

“Sehingga ke depan, produk-produk lokal UMKM bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya. (*)