Ia pun berharap agar ke depan nanti BBKSAD NTT bukan hanya bekerjasama dalam bidang pendidikan saja, tetapi harus diupayakan juga dengan peternakan, perikanan, perindustrian, pariwisata, pertanian, dan transmigrasi, sehingga semua menjadi satu kesatuan ekosistem berpikir, ekosistem kerja, dan ekosistem alam.

“Itulah kolaborasi sebenarnya. Sehingga pemahaman tentang bagaimana sebuah daerah Konservasi, daerah Taman Nasional, daerah Taman Wisata tidak boleh ada kegiatan apapun selain dari menjaga hutan, bisa berubah menjadi pemahaman manusia modern, di mana menjaga hutan adalah membangun hutan itu tetap lestari, membangun lingkungan daerah itu supaya tetap hidup baik berdampingan dengan hutan maka ekonominya harus bertumbuh, membangun hutan maka kecerdasan lingkungan dari daerah di mana masyarakat itu berada makin baik, serta membangun hutan juga ikut membangun agar masyarakat bertanggung jawab akan hutan dan alam yang memberikan mereka kehidupan,” tambahnya.

Gubernur VBL pun menyinggung kekeliruan pemahaman pemikiran dimana hutan itu tidak boleh ada zona pemanfaatan, karena telah melakukan riset secara mendalam terhadap bagaimana kehidupan antara hutan, manusia, dan berbagai sektor, agar menjadi suatu kehidupan yang stabil.

Tidak lupa, Gubernur Viktor juga mengucapkan terima kasih kepada Dirjen KSDAE Kementerian LHK yang telah memilih Provinsi NTT sebagai tempat launching program masa depan Bangsa Indonesia. Menurutnya semua yang telah dilakukan oleh Dirjen KSDAE merupakan suatu langkah maju dalam membangun peradaban konservasi ke arah yang lebih baik lagi.

Ia ingin semua tidak boleh terjebak oleh formalitas seremonial semata, namun semua program harus terus berjalan melalui pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Ia pun mendukung adanya statement Dirjen bahwa pentingnya konsistensi semua pihak untuk terus menerus menjalankan program luar biasa ini.

“Saya harapkan kedepannya pemimpin daerah yang cinta rakyatnya, bukan hanya kerja di kantor saja, contohlah pak Dirjen, beliau ada di mana-mana, bukan karena tidak ada pekerjaan, tetapi memang sebagai pemimpin kita harus pergi ke daerah-daerah terpencil, di desa, untuk melihat masalah dan menyelesaikannya, karena pemimpin punya otoritas dan sumber daya dalam dirinya yang dapat dipakai untuk membangun manusia di desa. Bupati dan Wakil Bupati wajib tidur di desa, agar paham akar permasalahan masyarakat desa dan paham juga bagaimana mencari solusi masalahnya. Semoga kegiatan hari ini memberikan manfaat dan martabat buat kita, dan kita tetap berkobar-kobar dalam semangat rimbawan, Salam Konservasi!,” pungkas Gubernur Viktor.