Yang membanggakan dari pelaksanaan festival ini adalah, Bank NTT ingin agar festival ini memproduksi desa yang benar-benar mandiri dan layak berdasarkan variabel yang dijadikan sebagai alat ukur.
Bahkan tidak main-main, iven ini didesain setara iven nasional, dengan instrumen yang dipakai adalah mengacu pada indeks desa membangun dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Desa Wisata dari Kementerian Parekraf.
Ada sejumlah tokoh penting dalam penjurian. Mereka diantaranya:
1. Prof. Dr. Intiyas Utami,SE.,M.Sc.,Ph.D (Unsur Akademisi, Guru Besar UKSW Salatiga dan Staff Khusus Gubernur NTT bidang Ekonomi dan Akuntabilitas Publik)
2. Prof. Dr. Daniel Kameo,Ph.D (Unsur Akademisi, Guru Besar UKSW Salatiga dan Staff Khusus Gubernur NTT bidang Pembangunan dan Ekonomi)
3. Pius Rengka (Staf Khusus Gubernur)
4. Handrianus Paulus Asa (Regulator/Bank Indonesia)
5. I Ketut Oka Widisa (Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan NTT)
6. James Adam (Unsur Akademisi, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia NTT)
7. Ni Dewa Agung Ayu Sri Liana Dewi (Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang)
8. Alexon Lumba, SH., M.Hum (Kadis Pendapatan dan Aset Daerah NTT)
9. Johny Lie Rohi Lodo SH (Dinas Parekraf NTT)
10. Tamran Ismail, S.Si., MP (Kepala Kantor Balai POM NTT)
11. Bobby Lianto, MM., M.Ba (Ketua KADIN NTT)
12. Stanley Boymau (Media Consulting Bank NTT)
Masih terkait pelaksanaan Festival Desa Binaan dan PAD Bank NTT, penilaiannya akan dilakukan oleh Dewan Juri yang dijadwalkan pada bulan Oktober s/d November 2022. Serta hasilnya akan diumumkan pada 20 Desember 2022 bertepatan dengan hari ulang tahun Provinsi NTT.
Program Ramai Skali
Program Ramai Skali Bank NTT ini merupakan program yang dilaksanakan sejak empat tahun lalu, dan berkelanjutan hingga kini.
Kegiatan ini merupakan edukasi dan literasi keuangan sebagai dukunganterhadap Perpres No. 82 tahun 2016 tentang strategi nasional keuangan inklusif (SNKI) dan keputusan OJK sejak tahun 2016 setiap bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan inklusi keuangan dan program gerakan edukasi menabung sejak dini.







Tinggalkan Balasan