“Karena Waterfront City merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia, dan itu ada di Labuan Bajo. Di situ ada potensi bisnis, sehingga kita bekerja sama dengan KSOP Labuan Bajo untuk Bank NTT hadir di situ,” ucap Dirut Alex Riwu Kaho.

Ia menambahkan, Bank NTT akan menyiapkan layanan money changer, digital lounge, CRM (Costumer Relationship Management) untuk tarik dan setor tunai, juga wahana untuk UMKM binaan Bank NTT.

“Pelayanan akan diberikan secara digital mulai dari ticketing gate. Secara internal, kita juga melihat potensi untuk menerapkan e-money. Misalnya orang yang mau berkantor atau pengunjung, mau parkir, bisa gunakan kartu dan tinggal top up saldo saja,” Dirut Alex Riwu Kaho.

Khusus untuk UMKM binaan Bank NTT, pihaknya akan mengatur jadwal yang teratur bagi setiap UMKM untuk bisa menampilkan hasil karya terbaik di Waterfront City.

“Jika wisatawan membutuhkan souvenir sebagai hadiah, maka UMKM Bank NTT hadir untuk menampilkan souvenir-souvenir terbaik yang bisa dibeli,” tandasnya.

Dirut Alex menambahkan, Bank NTT termasuk perusahaan yang beruntung bisa bekerja sama dengan KSOP Kelas III Labuan Bajo, karena diberikan privilege atau hak istimewa dalam kerja sama tersebut.

“Karena sudah ada kerja sama dengan pemerintah Provinsi. Kalau tidak, maka sudah ada bank lain yang masuk dan sudah ada bank Himbara yang tawar. Malahan sponsornya jauh di atas kita. Ke depan kita juga lihat kerja sama untuk pengelolaan Taman Nasional Komodo,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Hasan Sadili mengatakan, pihaknya menggandeng Bank NTT karena Bank NTT merupakan bank milik pemerintah daerah.

Sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank NTT diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan, karena Labuan Bajo merupakan destinasi wisata kelas super prioritas.

Hasan menjelaskan, dalam pola kerja sama itu, Bank NTT akan membantu memberikan penyediaan sarana pendukung di area pelabuhan Labuan Bajo.

“Baik itu pembatas area pelabuhan dan area publik, sarana prasarana penumpang seperti meja pelayanan, kursi di ruang tunggu penumpang, media center dan ruang VVIP yang nantinya akan kita buat di dalam gedung terminal pelabuhan Labuan Bajo,” jelas Hasan Sadili kepada wartawan.