Bisnis  

Bank NTT dan KSOP Labuan Bajo MoU Pemanfaatan Layanan Jasa Perbankan

Juga pengelolaan Waterfront City dan Pelabuhan Marina

Penandatanganan MoU Bank NTT dan KSOP Kelas III Labuan Bajo oleh Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dan Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Hasan Sadili (Foto: Ama Beding)

Labuan Bajo, KN – PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) bersama Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo sepakat bekerja sama dalam bidang pemanfaatan layanan jasa perbankan.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh pengurus Bank NTT di antaranya Direksi, Komisaris, dan Kepala Divisi serta staf dan pejabat lingkup KSOP Kelas III Labuan Bajo (Foto: Ama Beding)

Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) oleh Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho dan Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Hasan Sadili, dilaksanakan di Wae Rebo Restoran, Sudamala Resort, Jumat 18 Maret 2022.

Kerja sama Bank NTT dan KSOP Kelas III Labuan Bajo meliputi beberapa hal. Yang pertama, sponsorship sarana pendukung Waterfront City pelabuhan Labuhan Bajo;

Kedua, penyedian pelayanan jasa perbankan untuk sarana dan prasarana di bidang transportasi;

Ketiga, pemanfaatan layanan dan jasa perbankan oleh KSOP Kelas III Labuan Bajo meliputi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pelayanan Pembayaran Tiket, Pembayaran Gaji, Pinjaman Pegawai, dan layanan jasa perbankan lainnya;

Keempat, Pemanfaatan layanan dan jasa perbankan lainnya;

Kelima, pelaksanaan promosi dan inklusi keuangan pada lokasi Waterfront City pelabuhan Labuan Bajo;

Keenam, pemanfaatan Barang Milik Negara berupa tanah maupun bagunan dalam menunjang sarana dan prasarana Bank NTT.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, Bank NTT melihat ada potensi bisnis dalam kerja sama dengan KSOP Kelas III Labuan Bajo, terutama berkaitan dengan pengelolaan pelabuhan dan Waterfront Cityy.

“Kita melihat ada potensi bisnis di situ untuk transaksi-transaksi mulai dari ticketing, parkiran ataupun jasa layanan perbankan yang dibutuhkan oleh setiap pengguna Marina, baik untuk trip perjalanan, ataupun spot wisata,” kata Dirut Bank NTT Alex Riwu Kaho kepada wartawan.

Dirut Bank NTT menjelaskan, Labuan Bajo merupakan destinasi wisata super premium, sehingga kehadiran Waterfront City dan Marina bakal menjadi daya tarik tersendiri, karena Waterfront City dan Marina akan menjadi pintu lalu lintas transportasi laut serta daya tarik bagi wisatawan.

“Karena Waterfront City merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia, dan itu ada di Labuan Bajo. Di situ ada potensi bisnis, sehingga kita bekerja sama dengan KSOP Labuan Bajo untuk Bank NTT hadir di situ,” ucap Dirut Alex Riwu Kaho.

Ia menambahkan, Bank NTT akan menyiapkan layanan money changer, digital lounge, CRM (Costumer Relationship Management) untuk tarik dan setor tunai, juga wahana untuk UMKM binaan Bank NTT.

BACA JUGA:  Jaksa Tetapkan Sekda Flotim Tersangka Korupsi Dana Covid Tahun 2020

“Pelayanan akan diberikan secara digital mulai dari ticketing gate. Secara internal, kita juga melihat potensi untuk menerapkan e-money. Misalnya orang yang mau berkantor atau pengunjung, mau parkir, bisa gunakan kartu dan tinggal top up saldo saja,” Dirut Alex Riwu Kaho.

Khusus untuk UMKM binaan Bank NTT, pihaknya akan mengatur jadwal yang teratur bagi setiap UMKM untuk bisa menampilkan hasil karya terbaik di Waterfront City.

“Jika wisatawan membutuhkan souvenir sebagai hadiah, maka UMKM Bank NTT hadir untuk menampilkan souvenir-souvenir terbaik yang bisa dibeli,” tandasnya.

Dirut Alex menambahkan, Bank NTT termasuk perusahaan yang beruntung bisa bekerja sama dengan KSOP Kelas III Labuan Bajo, karena diberikan privilege atau hak istimewa dalam kerja sama tersebut.

“Karena sudah ada kerja sama dengan pemerintah Provinsi. Kalau tidak, maka sudah ada bank lain yang masuk dan sudah ada bank Himbara yang tawar. Malahan sponsornya jauh di atas kita. Ke depan kita juga lihat kerja sama untuk pengelolaan Taman Nasional Komodo,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Hasan Sadili mengatakan, pihaknya menggandeng Bank NTT karena Bank NTT merupakan bank milik pemerintah daerah.

Sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank NTT diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan, karena Labuan Bajo merupakan destinasi wisata kelas super prioritas.

Hasan menjelaskan, dalam pola kerja sama itu, Bank NTT akan membantu memberikan penyediaan sarana pendukung di area pelabuhan Labuan Bajo.

“Baik itu pembatas area pelabuhan dan area publik, sarana prasarana penumpang seperti meja pelayanan, kursi di ruang tunggu penumpang, media center dan ruang VVIP yang nantinya akan kita buat di dalam gedung terminal pelabuhan Labuan Bajo,” jelas Hasan Sadili kepada wartawan.

Hasan berharap agar kerja sama ini bisa menjawab kerinduan masyarakat, di mana mereka bisa memiliki pelabuhan dan Waterfront City yang lebih tertata dengan baik.

Jika tak ada aral melintang, rencananya sesuai dengan usulan sponsorship dan kerja sama, Bank NTT dan pemerintah Provinsi NTT akan mendukung penataan Waterfront City dengan nilai investasi sebesar Rp2,4 Miliar. (*)