Salah satunya adalah Laporan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun Buku 2022 – 2024, termasuk Persetujuan untuk Penjualan Agunan Yang Diambil Alih (AYDA), Penunjukan dan Penetapan Kantor Akuntan Publik untuk Pelaksanaan Audit Tahun Buku 2022, serta Penyisihan Biaya Jasa Produksi Tahun Buku 2022.

Selain itu, RUPS juga membahas Penawaran Saham, Pengesahan terhadap Tambahan Modal dalam bentuk Aset dan Tambahan Modal dalam bentuk uang (termasuk setoran modal per Januari dan Februari Tahun 2022), Pemberian Kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui Penambahan Modal Tahun Buku 2022 dalam bentuk uang dan/atau dalam bentuk lainnya.

Sementara dalam RUPS Luar Biasa Tahun 2022, para pemegang saham akan membahas dua agenda yang tak kalah penting seperti penegasan kepada seluruh Pemegang Saham terkait Peningkatan Modal Inti Minimum Rp3 Triliun sampai dengan Tahun 2024.

Agenda kedua adalah peninjauan kembali Keputusan RUPS tentang pelaksanaan promosi, pengangkatan dan pemberhentian dalam lingkup struktural dalam Perseroan Terbatas PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur berkaitan dengan Sumber Daya Manusia harus mendapat persetujuan Pemegang Saham Pengendali.