Blangko e-KTP Kosong, Ini Solusi Disdukcapil Manggarai

Kabid Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) W. Inosensius Tatu. (Foto: Yhono Hande)

Ruteng, KN – Blangko KTP elektronik (e-KTP) di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai NTT saat ini kosong.

Kondisi ini mendapat sorotan dari masyarakat. Mereka mengeluh belum mendapatkan e-KTP karena kekosongongan stok blangko e-KTP.

“Saya mau urus KTP pak dan teman saya juga begitu, mau ambil, tapi kami dengar blangko E-KTP-nya belum ada” ujar salah satu warga kepada yang enggan dimediakan namanya, Senin 7 Maret 2022.

Sementara itu Kepala Dispendukcapil Kabupaten Manggarai melalui Kabid Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) W. Inosensius Tatu mengatakan bahwa per hari ini ketersedian stok blangko itu sudah habis.

“Waktu Rakor minggu lalu kami rekomendasikan tapi katanya belum bisa, tadi saya kontak ke Jakarta bisa tidak ambil blangko, bilangnya silahkan tapi sedikit. Terus saya coba kontak ke Provinsi, di sana ada stok mereka kirim hari ini 500 keping blangko dan mungkin itu bisa dipakai hanya satu minggu,” kata Inosensius kepada KORANNTT.com.

Namun, untuk menjamin sebuah kebutuhan dari masyarakat yang sangat mendesak, Dispendukcapil akan memberikan solusi atau langkah sebagai pengganti KTP, dengan menerbitkan data berupa Biodata Warga Negara Indonesia (WNI).

BACA JUGA:  Jelang Pilkades Serentak 2021, PMKRI Ruteng Minta Panitia Kerja Profesional

“Tapi ada jalan kluarnya. Kepada orang atau masyarakat yang butuh sekali KTP itu kita terbitkan data Biodata WNI. Kemudian di WNI itu datanya lengkap dan tanda tangannya pakai barcode. Dulu kita pakai Suket tapi sudah dilarang,” terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kekosongan blangko e-KTP tersebut terjadi dari pusat. Sehingga imbasnya bisa sampai ke daerah.

“Ini memang satu Indonesia dan dari pusat memang belum ada, dan mungkin mereka belum cetak, kemarin kami dikasi terakhir sekitar 8 ribu. Namun sekarang, targetnya musti 10 ribuan. Karena yang rekam baru sudah 5 ribuan, belum yang mekar RT, hilang, dan rusak,” ucapnya.

“Sekarang masyarakat paling banyak urus ini karena desanya banyak yang mekar, (RT/RW, red) sehingga banyak yang mau dirubah di tambah dengan keperluan untuk kebutuhan penerimaan BLT,” katanya.

Inosensius meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap bersabar sembari menunggu ketersedian blangko, sekaligus menunggu ketersedian dari pusat.

“Tadi kami sampaikan lewat pengumuman untuk jangka waktunya kapan, paling kalau datang besok tinggal cabut pengumuman, sampe pasti dari Jakarta untuk bisa ambil,” tutupnya. (*)