Oleh RD. Hironimus Nitsae
Injil Lukas 4:1-13
Injil pada minggu pra-paskah pertama ini bicara soal cobaan yang dialami Yesus. Ada 3 cobaan yang dikisahkan. *Pertama*: tentang Yesus dicobai untuk mengubah batu jadi roti. Konteks saat itu adalah bahwa Yesus juga sementara berada dalam posisi kelaparan. Cobaan iblis di sini dapat dimaknai sebagai cobaan yang menyentuh aspek paling dasariah dari manusia yakni soal kebutuhan pangan.
*Kedua*: cobaan dengan menawarkan kerajaan duniawi kepada Yesus manakala mau menyembah Iblis. Godaan terlihat pada aspek pandangan mata secara fisik yang memperlihatkan keindahan duniawi dengan tujuan untuk mencobai Yesus. *Ketiga*: Iblis mencobai Yesus untuk menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah.
Pada 3 model cobaan ini kita pahami bahwa di satu sisi Iblis mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah dan karena itu godaannya ini lebih pada aspek mencobai Yesus untuk TIDAK TAAT pada kehendak Bapa.
Tetapi godaan itu tidak membuahkan hasil. Yesus tetap memilih untuk mengikuti kehendak Bapa daripada kehendak Iblis.
Tiap kita pasti pernah atau akan berada dalam situasi ‘padang gurun’. Di saat itulah kadang kita berada di posisi yang dilematis, antara mengikuti kehendak Tuhan atau kehendak diri sendiri yang kadang sangat hedonis. Atau bahkan kita mengikuti modus yang digencarkan oleh iblis di saat-saat kita rapuh dengan menawarkan apa yang kita inginkan tetapi dengan syarat kita mengikuti maunya mereka. Alias jatuh ke dalam pelukan yang menyesatkan diri.
Ini juga sekaligus adalah tantangan soal ketaatan pada Tuhan. Dalam terjemahan yang lebih sederhana, apakah kita bisa berpantang dan berpuasa di saat tawaran duniawi yang menjadi kesukaan kita makin menggoda? (*)