Dia juga mengapresiasi pekerjaan pengelolan air bersih SPAM Kali Dendeng, yang dikerjakan di masa kepemimpinan Jeriko.
Menurutnya ini merupakan jawaban dari impian sesepuh mereka terdahulu, mantan Kepala Desa Manutapen pertama, Bapak Hendrik Djami, yang juga merupakan ayah dari penerima bantuan bedah rumah, Satrio Hendrik Djami. Saat itu Hendrik Djami bersama tokoh masyarakat Taebenu, Corinus Tanof memiliki ide untuk mengambil air dari Kali Dendeng bagi warga di wilayah Taebenu. Impian tersebut akhirnya terwujud di masa kepemimpinan Jeriko.
Sementara itu Frans Folamau, yang mewakili keluarga Oktovianus Sinlae, warga RT 18 RW 06 Kelurahan Batuplat mengaku tidak menyangka keluarga mereka yang hanya seorang penjual daging sei keliling mendapat perhatian dan dijamah Pemkot Kupang lewat bantuan bedah rumah.
Menurutnya Jeriko merupakan Wali Kota Kupang pertama yang sudah berkenan menginjakkan kaki di lingkungan mereka yang letaknya tidak jauh dari kolam permandian Air Sagu itu.
“Jeriko, Wali Kota yang peduli pada orang kecil. Meski anggaran terus direfocusing tapi pembangunan kota dan bedah rumah bisa terus berjalan. Kami berharap di akhir masa jabatan ini, perhatian untuk masyarakat kecil tidak ikut berakhir” pintanya.





Tinggalkan Balasan