“Patung Bunda Maria tidak sekadar sebuah patung. Harus ada kedalaman rohani karena banyak kali kita tidak mampu menata kehidupan karena kerohanian kita dangkal. Saya minta setelah patung, ada kapela adorasi untuk membangun kedalaman rohani,” ujar Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.

Setidaknya ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Uskup Atambua. Hal itu berkaitan dengan konsep pengembangan ekonomi Taman Doa Santa Imakulata, dan stasi-stasi jalan salib harus menggunakan pohon hidup, karena sejatinya salib adalah pohon kehidupan.

“Semoga hasil-hasil pembangunan dari Kabupaten lain bisa ada di sini. Baik itu barang-barang yang berkaitan dengan kebutuhan primer maupun rohani,” kata Uskup Atambua.

Meski dibangun di tengah pandemi Covid-19 yang melanda sektor perekonomian, namun Taman Doa Santa Imakulata dipastikan hampir rampung. Ke depan, panitia akan membangun etape Jalan Salib di Taman Doa Santa Maria Imakulata, sekaligus menjadi destinasi wisata rohani yang dapat memberikan kesegaran spiritual.