Luas lahan 1 Ha di sekitar Patung Santa Maria Imakulata akan dibangun taman doa. Kehadiran Taman Doa Santa Maria Imakulata akan menambah nilai religius, sekaligus menjadi destinasi wisata rohani yang bisa dikunjungi oleh siapa saja, dan dari agama manapun.
“Patung Bunda Maria tidak sekadar sebuah patung. Harus ada kedalaman rohani karena banyak kali kita tidak mampu menata kehidupan karena kerohanian kita dangkal. Saya minta setelah patung, ada kapela adorasi untuk membangun kedalaman rohani,” ujar Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr.
Setidaknya ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Uskup Atambua. Hal itu berkaitan dengan konsep pengembangan ekonomi Taman Doa Santa Imakulata, dan stasi-stasi jalan salib harus menggunakan pohon hidup, karena sejatinya salib adalah pohon kehidupan.
“Semoga hasil-hasil pembangunan dari Kabupaten lain bisa ada di sini. Baik itu barang-barang yang berkaitan dengan kebutuhan primer maupun rohani,” kata Uskup Atambua.
Meski dibangun di tengah pandemi Covid-19 yang melanda sektor perekonomian, namun Taman Doa Santa Imakulata dipastikan hampir rampung. Ke depan, panitia akan membangun etape Jalan Salib di Taman Doa Santa Maria Imakulata, sekaligus menjadi destinasi wisata rohani yang dapat memberikan kesegaran spiritual.
“Terkait dengan pembangunan Taman Doa, sebagai Gubernur dan doktor interdisiplin ilmu pariwisata, saya sangat senang. Tidak ada pariwisata itu maju, kalau ekonominya tidak ditata dengan baik,” kata Gubernur Viktor Laiskodat.
Gubernur menyebut proyek Taman Doa Santa Maria Imakulata merupakan sebuah proyek besar, yang harus didesain dengan atraktif agar meningkatkan pengunjung ke Taman Doa Santa Maria Imakulata.
Pembangunan Taman Doa Santa Maria Imakulata membutuhkan dana sekitar Rp3,2 Miliar. Pembangunan tahap 2 Taman Doa Santa Maria Imakulata sedang berlangsung. Panitia akan membuat ruang doa dan penataan taman serta pengembangan ekonomi umat di sekitar taman doa.
Dalam konser rohani penggalangan dana yang diselenggarakan pada 10 Januari 2022, dan didukung penuh oleh Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, panitia berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp712 Juta. Di dalamnya sudah termasuk dukungan dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT sebesar Rp250 Juta.







Tinggalkan Balasan