Penelitian dan pembelajaran hanya bisa berkembang, jika universitas-universitas di Indonesia sudah mempunyai budaya dan mentalitas tertentu. Uang dan sarana fisik yang diciptakan memang membantu proses pengembangan. Namun, itu semua percuma, tanpa pengembangan mentalitas dan budaya universitas yang egaliter, kritis, revolusioner, rajin dan jujur. Studi banding ke universitas-universitas luar negeri juga akan menjadi sia-sia, jika mentalitas dan budaya ini tidak diperhatikan.
Honing Alvianto Bana, lahir di kota soe – NTT. Saat ini sedang aktif di Komunitas Embun Molo dan Pokja OAT Nausus.
Halaman







Tinggalkan Balasan