Terpisah, Herilius yang juga seorang petani di Kabupaten Manggarai mengeluh soal harga pupuk bersubsidi yang sedang naik yang drastis. Sebelumnya dia membeli dengan harga Rp 250.000, namun kini naik menjadi Rp 500.000.
“Harga pupuk subsidi sekarang naik drastis. Itu pun stoknya terbatas. Itu yang membuat kami sebagai masyarakat kesulitan untuk mendapatkan pupuk,” kata Heri.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Hendrikus Rana Rora menyampaikan, kuota pupuk sudah sesuai data Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Untuk tahun ini, Kabupaten Manggarai hanya mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sejumlah 6.000 ton lebih dari pemerintah Provinsi NTT.
“Untuk pupuk urea kita hanya dapat alokasi 3,024.00, pupuk SP-36 75.00, pupuk ZA 12.00, pupuk organik granular 900.00, pupuk organik cair 396.00 dan pupuk NPK 2,306.00. Tetapi kita tidak bisa tolak karena memang jatah pupuk subsidi dari pusat untuk di Kabupaten Manggarai hanya itu saja,” jelas Hendrikus yang dihubungi wartawan Jumat 14 Januari 2022.



Tinggalkan Balasan