Pertama, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat melalui pola pembangunan Desa Wisata Dan Revitalisasi Destinasi Wisata, peningkatan pembangunan sarana prasaran umum, fasilitas umum dan fasilitas pariwisata yang dibutuhkan untuk menunjang kelancaran pariwisata.
Selain itu ada kerjasama antar penyelenggara pariwisata seperti Agen Biro Perjalanan, Pengusaha Jasa Akomodasi dan komponen terkait lainya, memperkuat peran koperasi dalam pengembangan ekonomi daerah, serta memperkuat perdagangan daerah dan antar daerah.
Dia menjelaskan, Pemda Matim juga akan mengembangkan sektor pariwisata dengan pembangunan desa wisata, melalui penetapan Surat Keputusan (SK) bupati Matim Nomor HK/154/2020, pada tanggal 14 September 2020.
“Lima desa itu adalah, Desa Bamo di Kecamatan Kota Komba, Desa Compang Ndejing di Kecamatan Borong, Desa Golo Loni di Kecamatan Rana Mese, Desa Colol di Kecamatan Lamba Leda Timur, dan Desa Nanga Mbaur di Kecamatan Sambi Rampas,” jelasnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Manggarai terus mencari, mengidentifikasi dan menetapkan klaster baru kawasan strategis pariwisata yang ada di Matim.
“Pertama, kawasan strategis pariwisata Borong – Kota Komba dan sekitarnya: Wisata Perkotaan, Bahari dan Geowisata. Kedua, kawasan strategis pariwisata Ranamese, Poco Ranaka dan sekitarnya: Wisata Eco Adventure dan Eco Culture,” terangnya.
“Ketiga, ada kawasan strategis pariwisata Sambi Rampas, Lamba leda dan Sekitarnya: Wisata Berbasis Petualangan dan Wildlife. Keempat, kawasan strategis pariwisata Elar, Elar Selatan dan sekitarnya: Wisata Budaya berbasis Desa Wisata dan sejarah,” pungkasnya. (*)







Tinggalkan Balasan