Aloysius mengatakan bahwa alasan dilaksanakannya kegiatan ini adalah karena potensi bahan pangan lokal  yang sangat melimpah di lingkungan sehingga dapat dengan mudah untuk dikelola secara baik guna menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi.

“Saya berharap agar tempe kacang merah atau tempe kacang brenibon yang dilabeli “Tembo” menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan dari para siswa di sekolah mitra karena sejalan dengan salah satu misi dari sekolah kegiatan tersebut adalah Menanamkan dan Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Dalam Diri Setiap Siswa,” kata Aloysius.

Hadir sebagai salah satu pemateri dalam kegiatan ini, mahasiswa program studi Pendidikan Biologi FKIP Unika Widya Mandira Suster Radegunda DSFA membawakan materi tentang kandungan gizi kacang merah.

Dia menekankan pentingnya mengkonsumsi kacang merah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Peserta yang hadir pada kegiatan tersebut merupakan peserta didik dari kelas X hingga kelas XII.

Antusias yang tinggi juga dirasakan para siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut tergambar melalui berbagai pertanyaan interaktif yang dilontarkan oleh para siswa dan pemateri.