Wamen Alue melanjutkan jika Pandemi Covid-19 tidak hanya mengakibatkan krisis di bidang kesehatan saja, namun juga berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, terutama di bidang ekonomi, khususnya sektor pariwisata alam. Berdasarkan data Direktorat Pengelolaan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) hingga Oktober 2021, nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pariwisata alam di suaka margasatwa (SM), taman nasional (TN) dan taman wisata alam (TWA)  turun 68,5% dari tahun 2019. Hal ini tentu kita pahami semua sebagai akibat penutupan kawasan karena adanya pandemi covid 19.

Meski demikian Wamen Alue merasa optimistis dengan melandainya angka Covid-19, kedepan sektor pariwisata alam akan menjadi tujuan utama masyarakat karena terjadi perubahan preferensi masyarakat untuk hidup lebih sehat salah satunya dengan lebih memilih menghabiskan waktu liburannya di alam atau kembali ke alam/back to nature. Peluang ini harus ditangkap para pengelola wisata alam untuk menjadi lebih kreatif dalam menciptakan produk-produk wisata yang mengedepankan quality tourism dan mendorong terciptanya wellness tourism.