“1000 Peserta ini nantinya mendapatkan pelatihan menenun, pemasaran dan merintis usaha. Tiap peserta mendapatkan Rp. 6.000.000 yang terbagi dalam alat tenun, benang serta modal untuk merintis usaha dan modal yang diberikan tersebut dapat terus berputar sehingga mereka bisa terus berjalan sebagai wirausahawan,” kata Istri Gubernur NTT ini kepada wartawan di Kupang.

Julie Laiskodat yang didampingi Maria Fransiska Djogo menjelaskan melalui Banyak Pertimbangan, Dekranasda NTT diberikan mandat oleh Kemendikbud untuk menyelenggarakan  Program PKW ini sesuai dengan Petunjuk Teknis yang diberikan.

Dikatakannya Dekranasda Provinsi NTT beserta 22 Dekranasda Kabupaten se-Nusa Tenggara Timur mulai mempersiapkan persyaratan dalam Proposal seperti bermitra dengan UMKM tenun setempat.

Kerja sama ini dibangun agar UMKM tenun ikat mau menjualkan tenun hasil dari peserta Program PKW, bekerja sama dengan lembaga permodalan seperti Bank dan Koperasi untuk memberikan layanan pinjaman modal usaha bagi peserta PKW.