“Upaya dari awal jatuh sakit hingga tahun 2021 tidak juga membuahkan hasil. Saya dan istri akhirnya pasrah kepada Tuhan. Semoga ada mukjizat dari Tuhan untuk putra kami,” tutur Riko dengan nada sedih.

Hingga saat ini, Riko dan istrinya tidak pernah berusaha lagi, baik ke dokter maupun dukun untuk kesembuhan putra mereka itu. Mereka sudah kehabisan biaya. Jika terus berupaya ke dukun atau ke dokter, berarti harus menjual tanah untuk biaya pengobatan.

“Saya ini hanya buruh kasar. Kalau ada yang butuh tenaga, saya kerja. Sedangkan istri saya, tidak bisa kerja. Dia harus jaga Gerat setiap hari. Jadi kami tidak bisa lagi urus Mario untuk ke rumah sakit. Biaya pengobatan dari mana. Untuk makan saja, kami ini susah,” ujar Riko.

Riko menuturkan, hingga saat ini, mereka belum pernah mendapatkan bantuan untuk kesembuhan dari Mario Gerat.

Ia meminta doa dan dukungan dari masyarakat, agar anak mereka Mario Gerat secepatnya sembuh dari sakit yang diderita tersebut.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng yang dikonfirmasi Koranntt.com mengatakan, pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan membantu biaya transportasi dan biaya makan minum saat Mario dirujuk.

“Pemerintah akan bantu, tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Itu artinya kalau penderita mesti dirujuk ke RS, mesti pakai BPJS, sehingga biaya perawatan dan tindakan di RS ditanggung BPJS,” kata Yulius Weng.

Secara terpisah, Camat Mbeliling, Robertus Resmianto mengatakan bahwa pemerintah Kecamatan Mbeliling akan siap membantu kelancaran administrasi untuk mengurus BPJS dan administrasi lainnya.

“Pemerintah Kecamatan Mbeliling akan membantu untuk meringankan kelancaran administrasi untuk mengurus BPJS dan mengurus administrasi lainnya yang akan dibutuhkan,” tandas Robertus. (*)