“Dukungan istri, anak, orang tua para pelatih dan official, serta semua masyarakat NTT sangat berarti buat saya. Dukungan mereka buat saya bisa melangka sejauh ini,” ujarnya.

Pria 30 tahun ini menjelaskan, prestasi yang pernah diraihnya pada Tarung Derajat hanyalah dua perunggu saat dua kali mengikuti pra-PON.

“Ikut pertama lolos pra-PON, tapi sampai di babak penyisihan di PON kalah. PON tahun ini baru bisa sampai masuk final. Ini memang pertolongan Tuhan yang luar biasa,” katanya lagi.

Sementara itu pelatih Tarung Derajat NTT, Marianus Jago mengungkapkan rasa bahagianya karena kali ini, di PON Papua, atletnya bisa menunjukkan peningkatan prestasi yang luar biasa.