“Saya rasa sangat puas tapi masih ada tantangan berikutnya, karena harus masuk final lagi. Lawan juga agak berat. Jadi, pasti harus menyiapkan strategi dan tentunya tidak lupa saya berterima kasih kepada Tuhan dengan apa yang diberikanNya. Kalau tanpa Tuhan pasti saya tidak bisa sampai di sini,” katanya.  

Guru olahraga ini merasa bersyukur karena banyak pendukung yang menyemangatinya hingga masuk final, khususnya warga NTT di Mimika. Dukungan dan gemuruh sorak-sorai para suporter menjadi kekuatan lebih baginya untuk melangkah ke partai final.

“Terima kasih banyak buat masyarakat NTT yang ada di Timika ini, terkhusus peguyuban Flobamora (Flores, Sumba, Timor, dan Alor) yang setia mendampingi setiap pertandingan saya. Kalau NTT bertanding pasti mereka antusias untuk menyaksikan. Semoga sampai final mereka bisa terus mendukung,” ujarnya.

Ia juga semakin bersemangat karena dukungan istri dan dua anaknya, yang selalu menyaksikan dirinya saat bertanding.