Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi, karena adanya faktor-faktor yang menunjang perubahan perilaku di kalangan remaja. Misalnya, kurangnya kasih sayang orang tua, kurangnya pengawasan dari orang tua, pergaulan dengan teman, perkembangan IPTEK, tidak adanya bimbingan kepribadian dari dasar-dasar Agama, tidak adanya media penyalur bakat dan hobi, kebebasan yang berlebihan, serta masalah yang dipendam.
Ipda Daud juga menjelaskan, ada beberapa cara yang mungkin bisa jadikan usaha untuk mengatasi dan mencegah kenakalan di kalangan remaja, diantaranya: perlunya pendidikan agama sejak dini yang rutin yang berguna untuk mempertebal keimanan diri, mentaati nasehat-nasehat yang telah diterima khususnya dari orang tua, guru, orang yang lebih berpengalaman, atau teman-teman.
“Jangan terpancing untuk mencoba hal-hal yang menurut agama dan hukum dianggap salah. Kita harus punya konsep hidup yang baik, dan menyusun rencana masa depan, serta berjuang meraih masa depan,” terangnya.
Selain itu, Ipda Daud juga mengimbau kepada peserta kegiatan untuk tetap menjaga prokes di tengah masifnya pandemi Covid-19 yang kian merebak di Kabupaten Manggarai.





Tinggalkan Balasan