Dalam beberapa sesi, para peserta terlihat antusias bertanya dan memberi tanggapan atas materi-materi yang disampaikan para pembicara. Dr. Okto Naif yang berbicara dari perspektif Filsafat tentang bagaimana frustrasinya manusia menghadapi Pandemi Covid-19.

Romo Okto coba memberi sebuah tesis filosofis dengan mengemukakan bahwa Filsafat bisa memberi jalan keluar terkait pandemi. Menurut dia, caranya adalah dengan mengubah cara pandang terhadap pandemi dan penderitaan yang diakibatkan olehnya.

Menurutnya, Ada tiga pendekatan untuk membaca penderitaan termasuk derita akibat pandemi Covid. Pertama, sebut Romo Okto, adalah jalan anastesis. Yaitu berjuang untuk mengabaikan hal yang tidak penting. Kedua adalah Destruksi Estetika. Yaitu coba untuk melawan penderitaan dengan cara seni. Dimana manusia bisa melawan pandemi tidak dengan amarah dan kekuatan tapi dengan estetika atau perasaan seni.

“Misalnya dengan melihat kegiatan cuci tangan itu sebuah seni. Memakai masker itu sebuah seni. Dan jarak jarak itu sebuah seni bertindak. Sehingga, tanpa konfrontasi, Covid justru dilawan dengan seni. Termasuk semua aturan pandemi dimakanai sebagai sesuatu yang estetis atau seni,” jelasnya.