Menurutnya, Unwira Kupang menghadirkan pemikir dari berbagai Fakultas dengan tujuan untuk urun rembuk sebagai refleksi perjalanan panjang Unwira selama 39 tahun, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan, terutama pada masa dibawah tekanan pandemi COVID-19.

Dia menyebut, sebagai lembaga pendidikan tinggi, Unwira juga membutuhkan kritik dari berbagai pihak, baik itu mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, masyarakat, alumni, maupun user.

“Karena itu, webinar juga menghadirkan Bupati Kabupaten Lembata Thomas Ola Langoday, untuk mewakili unsur-unsur masyarakat, alumni dan user,” jelas Lay Nurak.

Dengan menyelenggarakan webinar, Lay Nurak berharap agar hasilnya dapat menjadi masukan bagi Unwira dalam meningkatkan kualitas kampus dan merekonstruksi peran Unwira dan pembangunan bangsa.

Pembicara yang tampil mempresentasikan pemikiran mereka pada webinar hari pertama adalah, P. Dr. Philipus Tule, SVD, Rm. Dr. Oktovianus Naif, Pr. Dr. M.E. Perseveranda, SE.,M.Si, Ir. Rani Hendrikus, MT, dan ditutup dengan materi dari Pembicara ke- 5, Yoseph Andreas Gual, S.Sos.,MA.