“Apapun prestasi yang diperoleh kontingen kita, itulah prestasi terbaik yang harus diterima. Tetapi pesan lain seperti persatuan bangsa, budaya, dan eksotik alamnya, itu harus disampaikan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, PON XX di Papua merupakan sebuah pesan bahwa, Indonesia telah menyatakan sikap untuk bangkit dari belenggu, dan siap hidup berdampingan dengan COVID-19.

“Ini prestasi yang luar biasa dari negara ini. Karena di saat seluruh negara hidup dengan ancaman COVID, Indonesia justru menggelar upacara dengan mengadakan PON,” terang Gubernur Laiskidat.

Gubernur Laiskidat menambahkan, pesan utama yang harus dibawa kontingen NTT adalah diplomasi budaya sebagai bagian dari bangsa melanesia. Dunia harus ketahui bahwa melanesia merupakan bangsa terbesar di Indonesia.

“Kalau bicara tentang melanesia, maka Indonesia harus utama menjadi penggerak untuk menyampaikan pikiran-pikiran melanesia,” tandasnya.

Chief de Mission (CdM) Kontingen PON NTT, Josef A. Nae soi mengatakan, pemerintah dan masyarakat NTT tentu sangat berharap agar para atlet yang akan berlaga di PON Papua dapat berprestasi.