Ketiga, rentabilitas (earnings) atau penilaian terhadap rentabilitas dan kesinambungan rentabilitas bank dalam 1 periode.

Keempat, permodalan (capital)  atau penilaian terhadap kecukupan permodalan dan pengelolaan permodalan bank.

Adapun peringkat komposit tingkat kesehatan bank dikategorikan dalam 5 (lima) peringkat komposit yakni : Komposit 1 (sangat sehat), komposit 2 (sehat), komposit 3 (cukup sehat), komposit 4 (kurang sehat) dan komposit 5 (tidak sehat).

“Selama kurang lebih 11 tahun kondisi tingkat kesehatan Bank NTT berdasarkan penilaian otoritas ada dalam kondisi komposit 3 (cukup sehat). Kondisi ini dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor di atas yang berdasarkan penilaian belum dapat dikategorikan sebagai bank yang
sehat. Bank dituntut perlu memperbaiki berbagai hal baik di sisi profil risiko, GCG, rentabilitas dan permodalan,” jelas Riwu Kaho.

Menurutnya, tantangan untuk membawa Bank NTT sebagai Bank kebanggaan masyarakat NTT, menjadi Bank sehat merupakan motivasi bagi Manajemen Bank NTT saat ini, untuk berkomitmen menjadi Bank yang sehat.

Komitmen manajemen itu diwujudkan melalui salah satu program strategis yang dilaksanakan sejak akhir tahun 2021 di mana Bank NTT bertekad bahwa di Semester I – 2021 Bank NTT harus menjadi Bank yang sehat.

“Tekad ini diwujudkan dalam sebuah langkah nyata action plan untuk melakukan perubahan. Perubahan dimulai dari setiap individu-individu Bank NTT, budaya kerja di tiap unit kerja, diharapkan perubahan ini membawa perubahan besar bagi institusi Bank NTT,” kata Dirut Alex Riwu Kaho.

Penetapan target yang jelas dan terukur dan pencapaiannya terus dievaluasi dan diperbaiki. Pemenuhan ketentuan atau peraturan, perbaikan bisnis proses dan perbaikan operasional dilakukan dengan standar yang tinggi sesuai standar yang ditetapkan untuk dapat mencapai
tingkat kesehatan bank yang sehat.

Untuk meningkatkan tekad serta visi yang sama, PIN sebagai simbol semangat, simbol kerja keras disematkan kepada seluruh karyawan Bank NTT

Raih Predikat “Bank Sehat”