“Ujian online tidak bisa kita lakukan, mengingat para siswa yang bersekolah di sini memiliki kemampuan ekonomi yang sangat bervariatif. Sehingga tentu akan mengalami kesulitan dalam proses ujian nanti. Karena tidak semua anak atau orang tua memiliki Handphone, sebagai alat untuk mengikuti ujian online. Kalau pun ada, bisa juga terkendala pulsa,” terangnya.
Sehingga solusi terbaik yang harus dilakukan adalah dengan menggelar ujian secara offline. “Agar siswa dapat mengikuti ujian tersebut tanpa mengalami kendala,” ucapnya.
Kebijakan ujian offline tersebut telah diterapkan dalam ujian semester genap pada tahun 2020 lalu, dan terbukti, cara tersebut sangat efektif untuk diterapkan di SMP Negeri II Ende.
“Meskipun ujian dilaksanakan dari rumah masing-masing, saya berharap anak-anak tetap belajar dan mengikuti ujian secara sungguh-sungguh, sehingga dapat meraih nilai yang memuaskan untuk kenaikan kelas,” tandasnya.
Sementara orang tua murid, Yustina Jendo menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah, yang telah berupaya mengadakan ujian dengan solusi terbaik, bagi para peserta didik di SMP Negeri 2 Ende.





Tinggalkan Balasan