“Temannya sempat tanya, Nani mau ke mana? Nani bilang mau cek lokasi kerja di Osmok, dan lagi tunggu orang yang tawarkan saya kerja untuk jemput saya di cabang SPBU El Tari,” jelas Elias meniru perkataan teman Nani.

Kepergiaan Nani saat itu tidak mengundang curiga dari temannya atau pun keluarga. Namun hingga malam tiba, Nani tak kunjung pulang.

Karena kontak batin dengan putrinya, ibunda Nani sempat mencoba menelpon anaknya. Namun nomor ponsel Nani tidak dapat dihubungi lagi atau dalam keadaan tidak aktif.

“Orang tuanya masih berpikir positif, bahwa mungkin batre handphone milik putrinya mati, sehingga sementara dicas,” ucap Elias Welkis.

Keluarga kemudian menghubungi kakak perempuan dari Nani Welkis untuk menanyakan keberadaan adiknya. Namun setelah dicari di kamarnya, mereka hanya menemukan tas pakaian dan setengah karung beras yang dibawa Nani dari kampung.

Mengetahui kondisi itu, keluarga korban di Desa Noelmina langsung berkumpul untuk berembuk dan memutuskan pencarian nona Welkis.

“Kami semua sangat khawatir. Jadi hari sabtu kami putuskan untuk berangkat ke Kupang untuk mencarinya,” terang Elias