Orang tua harus menjadi role model atau panutan bagi anak-anaknya karena pada tahap usia dini anak-anak memiliki karakteristik yakni suka meniru, maka dari itu sebagai orang tua ataupun orang-orang terdekat harus menunjukkan sikap positif pada anak karena ia akan belajar dari apa yang ia lihat, ia dengar dan ia rasakan.
Ketika orang tua ingin menanamkan perilaku positif pada anak, berilah contoh pada mereka, misalnya dengan selalu berkata jujur, berperilaku baik dan santun terhadap orang lain, serta membantu orang lain tanpa mengharap imbalan. Selain itu, tunjukkan kepada anak bagaimana cara hidup sehat, misalnya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari, menyikat gigi setelah makan dan menjelang tidur, serta membuang sampah pada tempatnya.
Kemudian sebagai orang tua agar anak-anaknya dapat berperilaku positif sesuai dengan harapan maka luangkan waktu untuk anak setiap hari, anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya, bisa melakukan tindakan tidak baik atau perilaku menyimpang.
Biasanya, mereka melakukan tindakan tersebut untuk mendapatkan perhatian dari orang tua. Sehingga, sesibuk apa pun, selalu luangkan waktu untuk terlibat dalam kehidupannya. Terutama bagi para ayah, ini sangat penting untuk menjalin hubungan ayah dan anak yang baik.
Kegiatan Berkualitas
Namun perlu diingat, melibatkan diri dalam kehidupan anak bukan berarti harus terus-menerus berada di sampingnya, lho!
Luangkan waktu untuk menjalin hubungan dan kegiatan berkualitas, seperti sarapan bersama, mengantarnya ke sekolah, datang ke setiap acara yang dilakukan anak, atau sebatas berbincang sebelum tidur mengenai kegiatan yang dilakukannya seharian.
Hal ini perlu dilakukan agar anak tidak kesepian dan punya rasa memiliki yang tinggi. Meskipun ini hal sepele, namun akan berdampak pada masa depan anak. Jika kurangnya kasih sayang terhadap anak, maka anak akan mempraktekkannya ketika ia dewasa nanti, atau bahkan semenjak itu karena rasa memilikinya sangat minim.
Cintailah anak dengan tulus, sebagai orang tua bisa memarahi anak-anak yang melakukan kesalahan, namun tetap cintailah mereka apapun perilaku mereka. Anak-anak juga harus memahami bahwa cinta kasih anda sebagai orang tua tetap abadi apapun tindakan yang telah mereka lakukan. Hal ini membuat anak merasa tak seorang diri waktu ia menyadari kesalahan yang telah dilakukan, dan termotivasi untuk tidak melakukannya lagi.







Tinggalkan Balasan