Menurutnya, skenario yang paling sulit dilakukan adalah adegan bersama artis perempuan yang memiliki usia sama, sehingga dirinya merasa kurang semangat melakukannya.

“Apalagi lawan mainnya berusia 60-an tahun, maka lebih susah lagi. Sehingga saya lebih suka wanita muda berusia 40-an tahun,” jelas Sugiono.

Berdasarkan pengalamannya, Sugiono menjelaskan terdapat banyak artis wanita di bisnis film dewasa yang memiliki jam terbang serta pengalaman yang tinggi.

“Jadi mereka sangat mengerti bagaimana cara membuat lawan mainnya senang. Karena mereka sangat pahami tekniknya,” ujarnya.

Sementara untuk bayaran adegan film dewasa antara wantia dan laki-laki sangat berbeda jauh. “Kalau artis wanita dibayar 50.000 Yen, maka saya mungkin 1/10 nya. Jadi hanya 5.000 Yen saja,” kata Sugiono.

Meski sekarang usianya sudah 86 tahun, Sugiono mengaku belum pensiun sebagai aktor film dewasa, dan hanya nonaktif selama dua tahun terakhir dari aktivitas shooting film dewasa.

“Kalau pensiun si belum ya. Tetapi misalkan ada panggilan atau tawaran seperti yang saya lakukan, maka pasti saya akan datang. Karena sekarang bukan saya yang mencari tawaran. Kalau ada tawaran baru saya kerjakan,” jelasnya.

Mengingat sudah jarang tampil, Sugiono mengaku kalau kepercayaan dirinya juga lumayan menurun, jika ditawarkan kembali memainkan adegan ranjang.

“Walaupun begitu, jika ada pekerjaan, tetap akan saya lakukan dengan sepenuh hati. Karena saya juga tidak berada di bawah manajemen apapun. Jadi bukan diri saya sendri yang mencari tawaran,” ucapnya.

Sementara terkait profesinya sebagai aktor film dewasa, Sugiono mengatakan tidak pernah diceritakan kepada istrinya, meski sudah menikah sejak berusia 29 tahun.

“Tentu saya tidak bilang apa-apa ke istri saya. Sama sekali tidak. Tetapi mungkin dia merasakan bahwa saya melakukan sesuatu yang mencurigakan,” terangnya.

“Kalau hendak ke lokasi shooting, saya hanya bilang, aku keluar dulu ya, ada yang panggil. Nanti pulangnya agak malam. Paling begitu saja,” tandas Kakek Sugiono.*