Kupang, KN – Petugas pengusung jenazah Covid-19 Kota Kupang mendatangi Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, untuk menanyakan kejelasan honor mereka yang diduga disunat oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang.
Menurut mereka, jumlah honor yang diterima dari bulan Januari hingga Maret 2021, tidak seperti yang dijanjikan.
“Kemarin kita mau dibayar. Tetapi setelah tiba di Dinas Kesehatan, ternyata anggaran kita dari Kota Kupang tahun lalu Rp525.000, dipotong sampai Rp350.000,” ujar seorang pengusung jenazah, Selasa 22 Maret 2021.
Mereka mengatakan seharusnya honor mereka tidak berpatokan pada anggaran, namun pada resiko profesi mereka sebagai pengusung jenazah Covid-19.
“Kita sampai korbankan keluarga. Karena setelah turun ke lokasi, kita tidak pernah pulang lagi ke rumah. Kita mandi dan bahkan tidur pun di posko,” jelas mereka.
Pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota Kupang untuk memenuhi hak-hak mereka, karena telah mengorbankan banyak waktu dan tenaga demi memperjuangkan nama Kota Kupang.
Bahkan mereka mengancam akan membawah jenazah Covid-19 ke Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.
“Jadi sekarang kami datang mau ketemu Pak Sekda Kota Kupang untuk minta klarifikasinya,” tandasnya.
Sementara Sekda Kota Kupang, Fahren Funai, kepada awak media menyampaikan permohonan maaf karena Pemerintah Kota Kupang sedang mengalami keterbatasan anggaran.
Pemkot Kupang sedang melakukan refocusing anggaran, sehingga tidak bisa di tarik-tarik lagi, karena semuanya sudah melalui penetapan anggaran.
Namun Fahren mengakui akan membayar honor para pengusung jenazah Covid-19 sesuai yang telah disepakati pada tahun 2020.
“Honor mereka akan dibayar sesuai putusan pada tahun 2020 kemarin. Dan puji Tuhan, hari ini kita sudah minta Dinas bagian keuangan untuk keluarkan anggarannya dan membayar honor pengusung jenazah,” ungkapnya.
Fahren menambahkan, rencana pemotongan jasa pemakaman berlaku untuk pemakaman jenazah yang masuk pada periode April 2021.
“Jadi ini sebenarnya hanya kesalahan teknis saja. Honor dari bulan maret sampai April tetap dibayar dan tidak dilakukan pemotongan,” tandasnya.*