Hal yang serupa juga diungkapkan oleh penjual sembako berinisial DM (56). Dia mengaku tidak nyaman dengan sampah dan limbah air yang berbau di pasar itu.

“Kami tidak nyaman saat jual barang dengan bau sampah ini, tetapi kami mau jualan di mana lagi? Bau sampah punya pengaruh besar buat barang jualan kami, seperti sembako dan barang lainnya,” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa sampah yang ada di sekitar lokasinya dibuang pada malam hari, dan diduga berasal dari lantai dua.

“Kalau ada orang yang nginap di atas, berarti sampahnya dari siapa, kalau bukan mereka? Petugas selama ini tidak ada,” jelas dia.

“Semoga pemerintah bisa mengambil langkah cepat dalam menangani keluhan ini,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manggarai Kanisius Nasak saat dikonfirmasi KoranNTT.com pada Selasa, 9 Maret 2021 menyampaikan, tugas DLH sebatas mengangkut sampah yang ada di container untuk dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Dikatakannya, DLH tidak bertugas untuk memungut sampah yang berserakan di Pasar Inpres Ruteng tersebut.