“Saat tanaman padi berumur 3 minggu, pupuk bersubsidi baru didistribusi dari pemerintah. Sementara kami tidak punya cukup uang untuk membeli pupuk non subsidi,” ucap Jemali.

Menurutnya, kelangkaan yang terjadi bukan hanya pada pupuk bersubsidi saja, namun juga terjadi pada pupuk non subsidi.

“Ada yang lain mau berkorban untuk beli pupuk non subsidi saja, biar mahal tidak apa-apa, tapi mereka bilang juga susah dapatnya,” ujarnya.

Para petani di Desa Watu Manggar ini berharap, agar Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dapat melihat kondisi tersebut, sehingga pendistribusian pupuk ke depanya harus sesuai dengan waktu yang di butuhkan para petani.

Sementara itu Monika yang berprofesi sebagai petani di Dusun Lampo, Desa Kombo Selatan, Kecamatan Pacar, Kapaten Manggarai Barat menyampaikan hal serupa, terkait kelangkaan pupuk.

Dia menceritakan, hingga tanaman padinya berumur 1,5 bulan, pupuk tersebut belum ia dapatkan. Akibatnya, tanaman padi di sawah seluas 1 Ha miliknya terancam gagal panen.

“Susah mendapatkan pupuk. Semoga pemerintah membantu saya, karena pada musim ini memang saya sudah gagal dalam panen,” ujar Monika.