Meski tinggal berjauhan, SW beberapa kali mengirimkan foto dan video pribadi kepada AN. Dokumen pribadi itu dikirim melalui pesan WhatsApp sebagi bentuk rasa sayang rindunya.
Apalagi, saat masih tinggal bersama di Manggarai, keduanya sempat berhubungan badan. Bahkan adegan ranjang tersebut sempat didokumentasikan dalam bentuk video.
Namun, pasca korban dan keluarga pindah ke Kabupaten Sumba Barat, hubungan AN dan SW mulai renggang.
Saat itulah AN mulai terbakar cemburu karena AN mulai berubah. Hubungan asmara kedua sejoli ini pun berakhir di tengah jalan.
“AN lalu megintimidasi SW dengan meminta korban mengirimkan foto dan video syur terbarunya. Ia mengancam akan menyebarkan video pribadi ke keluarga yang selama ini disimpannya, jika SW tak mengikuti kemauannya,” jelas Kapolres Sumba Barat.
Kali ini, SW memang tak mau mengirim foto dan video pribadinya meski di bawah ancaman. Hal itu membuat AN kecewa dan menyebarkan foto dan video SW ke keluarga dan kerabatnya.
Tak terima dengan aksi AN, keluarga lalu sepakat membuat laporan polisi ke Polres Sumba Barat.





Tinggalkan Balasan