Kupang, Koranntt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat kembali memberikan arahan kepada Gugus Tugas dan Satgas Penanganan Covid-19 di NTT pada Selasa 9 Februari 2021.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Jelamu menjelaskan, salah satu poin yang disampaikan oleh Gubernur Viktor Laiskodat adalah meminta Satgas untuk mengumumkan secara terbuka nama pasien Covid-19.

Marius mengungkapkan, karena ini sudah menjadi bencana non alam, Gubernur NTT meminta agar Satgas menyampaikan nama-nama pasien penderita covid-19. Alamat dan tempat tinggal mereka di mana.

Walaupun dalam kode etik medis, hal ini tidak diperbolehkan namun karena situasi darurat pandemi, mau tidak mau kita ambil langkah ini. Tujuannya semata-mata untuk memudahkan dalam melakukan penelusuran, pengontrolan dan pengawasan.

“Ini situasi darurat pandemi, kita harus waspada penuh. Supaya Satgas yang ada di RT/RW mudah untuk melakukan pengawasan terhadap pasien yang lakukan isolasi mandiri. Satgas juga harus lakukan sosialisasi agar para tetangga bisa memberikan dukungan moral dan motivasi kepada penderita dan keluarganya,” ucap Marius Jelamu dalam siaran pers yang diterima media ini.

“Tidak boleh mencela apalagi menjauhkan mereka.  Juga bisa dikontrol agar penderita, tidak jalan ke mana-mana dan tularkan virus ke orang lain. Intinya solidaritas antara warga harus dibangun untuk bersama-sama atasi wabah ini,” jelas Gubernur Viktor seperti diutarakan Marius Jelamu.

Gubernur Viktor, lanjut Marius, juga menghimbau masyarakat untuk sementara agar tidak boleh makan di restoran atau rumah makan. Kalau membeli makan, silahkan bawa pulang ke rumah.

Begitupun dengan upacara dan pesta pernikahan dan pesta lainnya ditunda dulu sampai bulan Mei. Sambil Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota terus melakukan upaya vaksinasi yang dimulai dari tenaga medis.

“Tujuannya untuk menghindari kerumunan. Kita belajar dari kasus positifnya Kepala Satgas Nasional sekaligus Kepala BNPB Letjen Doni Monardo yang tertular virus saat makan. Karena saat makan bersama di warung, kita mengobrol dan membuka masker,” jelas dia.