Sementara itu, analis kesehatan dari Rumah Sakit Kartini Kupang, Simeon Penggoam menyampaikan, gejala-gejala umum yang ditimbulkan oleh covid-19 seperti nyeri kepala, batuk kering, rasa tidak nyaman di tenggorokan, diare, mata bermerah dan kehilangan indra penciuman maupun indra perasa.
“Jadi selama ini teman-teman saya yang positif mengatakan kalau semprot parfum, saya tidak bisa cium. Teman saya yang satunya biasa-biasa saja,” ucap Simeon.
Ia menjelaskan, gejala yang paling berat dan dirasakan oleh pasien penderita covid-19 yaitu sesak napas. Menurutnya, ada perbedaan flu biasa dan Covid-19. Flu biasa akan hilang dalam 2 sampai 3 hari setelah melewati masa puncak. Sedangkan Covid-19, gejalanya bisa bertahan lama hingga 14 hari ke depan.
Simeon juga menjelaskan sifat-sifat virus dan cara penanggulangan jika terdapat masyarakat yang tepapar Covid-19. Masyarakat Desa Kairane diharapkan tetap menjaga protokol kesehatan, dengan menerapkan pola hidup 5M termasuk jaga jarak dan cuci tangan serta tidak perlu takut apalagi gugup jika terpapar covid-19.
Kepala Puskesmas Fatukanutu, drg. Tirsa Fomeni yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya terus melakukan tracing terhadap warga yang melakukan kontak erat dengan pasien covid-19.

“Kita terus lakukan tracing terhadap semua warga yang pernah kontak langsung dengan pasien covid-19. Kemarin di Fatukanutu, ada pasien yang positif tetapi sempat kumpul dengan warga setempat, sehingga semua warga kita tracing untuk menjalani pemeriksaan kesehatan,” ujar drg. Tirsa Fomeni.
Untuk diketahui, jumlah warga Desa Kairane yang menjalani pemeriksaan kesehatan rapid test antigen adalah sekitar 40 orang lebih. Mereka terdiri dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa.
Hasil pemeriksaan rapid test antigen, semua warga dinyatakan negatif atau tidak terpapar virus corona. (EK/AB/KN)







Tinggalkan Balasan