Kupang, KN – Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, mengajak para relawan untuk menyukseskan pelaksanaan imunisasi polio di Kota Kupang.
Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Imunisasi Polio dan Keterampilan Komunikasi untuk Relawan Kelurahan Nunleu Program Kesiapsiagaan Polio, di Hotel Kristal Kupang, Rabu 9 Maret 2022.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PMI Kota Kupang dengan dukungan Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).
Dalam sambutannya, dr. Hermanus Man yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Kupang itu minta kepada 20 orang relawan peserta bimtek tersebut untuk berperan bersama PMI dan seluruh masyarakat Kota Kupang melawan polio, dengan imunisasi polio.
Dengan bergabungnya para relawan Wawali berharap bisa membantu upaya sosialisasi program tentang penanganan polio kepada seluruh masyarakat di Kelurahan Nunleu.
Dia berharap dengan mengikuti pelatihan ini, para relawan mendapat pengetahuan tentang vaksinasi polio, pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi serta sikap sebagai relawan.
Pada kesempatan yang sama Wawali juga menyampaikan materi pengenalan tentang polio kepada para relawan. Menurutnya penyakit polio disebabkan oleh virus polio.
Virus tersebut masuk melalui rongga mulut atau hidung, kemudian menyebar di dalam tubuh melalui aliran darah.
Penyebaran virus polio dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tinja penderita polio, atau melalui konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus polio.
Pencegahan polio dapat dilakukan dengan melakukan imunisasi polio. Vaksin polio mampu memberikan kekebalan terhadap penyakit polio dan aman diberikan kepada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Ada dua bentuk vaksin polio, yaitu suntik (IPV) dan obat tetes mulut (OPV). Polio dalam bentuk obat tetes mulut (OPV-0) diberikan kepada bayi sesaat setelah lahir.
Selanjutnya, vaksin polio akan diberikan sebanyak empat dosis, baik dalam bentuk suntik (IPV) atau obat tetes mulut (OPV). Para relawan diimbau untuk mengedukasi warga di wilayahnya agar anak-anak di bawah usia 15 tahun harus divaksin polio.







Tinggalkan Balasan