Sikka, KN – Fraksi Partai Gerindra, DPRD Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mempertanyakan uang sewa lahan yang selama ini digunakan oleh Universitas Nusa Nipa.
Juru bicara fraksi Partai Gerindra, Merison Botu mengatakan, berdasarkan konfirmasi dari Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah Kabupaten Sikka, Yayasan Unipa merupakan salah satu pengelolah unit aset daerah. Karena itu Fraksi Gerindra mempertanyakan mengapa laporan keuangan dari Yayasan Unipa tidak dicantumkan dalam dokumen APBD Kabupaten Sikka.
“Sebagai aset produktif milik daerah, laporan keuangan yayasan harusnya dicatat sebagai penerimaan daerah,” ungkap Merison Botu di ruang rapat paripurna DPRD Sikka, Senin 12 Juli 2021.
Sementara Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Sikka Stef Say, ketika dikonfirmasi media juga mempertanyakan status manajemen Unipa terkait pengelolahan aset milik Pemerintah Daerah Sikka.
Dia menegaskan, jika aset-aset tersebut belum dihibahkan ke Unipa, maka status Unipa merupakan unit pengelolah aset daerah. Sehingga jika ada penerimaan hasil, manajemen Unipa wajib menyetor pendapatannya ke kas daerah.



Tinggalkan Balasan