Kupang, KN – Tepat pukul 08:00 Wita, Mariam Djaga Koro (46) keluar dari rumahnya yang tampak sederhana. Dia menghampiri beberapa awak media yang sudah menunggu di depan halaman rumah.
Tak seperti sebelum pandemi COVID-19, kali ini wanita yang tinggal di RT 05 RW 02 Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang itu menggunakan masker, dan membawa hand sanitizer di tangan kanannya.
Sekitar dua meter di sebelah kanan rumahnya, terdapat sebuah bangunan yang berusia kurang lebih 2 bulan. Tampak sejumlah gambar promosi produk Bank NTT yang ditempel pada kaca maupun pintu bangunan tersebut.
Di depan halaman rumahnya, terdapat sebuah neon box yang bertuliskan Lopo Di@ Bisa UMKM Kelurahan Manutapen, Binaan Bank NTT KCU Kupang.
“Selamat pagi. Silahkan masuk,” kata wanita yang akrab disapa Mariam itu, sambil mempersilahkan jurnalis dari Koranntt.com masuk ke dalam bangunan kecil tersebut.
Bangunan kecil itu bernama Lopo Di@ Bisa Bank NTT, yang menyediakan berbagai macam produk dan kerajinan lokal, milik 30 pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang.



Tinggalkan Balasan