KUPANG, KN — Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmen strategisnya bahwa strategi pengentasan kemiskinan di wilayah perkotaan harus bertumpu pada penguatan kapasitas serta kemandirian warga, bukan sekadar pemberian jaminan sosial yang bersifat konsumtif. 

Pernyataan ini disampaikan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan sekaligus meresmikan Program Gerakan Taruna Unggul dan Berdaya (Garuda) yang bertempat di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Kamis (9/7).

Dalam perhelatan tersebut, Wali Kota hadir didampingi oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc.. 

Program Garuda sendiri diinisiasi sebagai gerakan kolaboratif yang menitikberatkan pada pemberdayaan sosial masyarakat di kawasan sekitar SPPG Kota Kupang dengan menggerakkan potensi mahasiswa serta pemuda Karang Taruna selaku agen perubahan di tingkat tapak.

Inovasi Sabun dari Limbah lewat Skema Ekonomi Sirkular

Seusai mengikuti rangkaian diskusi formal, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota langsung turun meninjau stan pameran hasil inovasi mahasiswa. 

Perhatian kepala daerah tersedot pada salah satu produk pemanfaatan limbah di sekitar kawasan SPPG yang diolah menjadi sabun cuci ekonomis sebagai implementasi nyata dari ekonomi sirkular.

Bagi dr. Christian Widodo, terobosan semacam ini menjadi bukti konkret bahwa pengentasan kemiskinan bisa dimulai dengan melatih warga mengolah potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi.

“Ini program yang sangat bagus. Karang Taruna didorong menjadi unggul dan berdaya. Sisa dari SPPG tidak terbuang begitu saja, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti maggot dan sabun cuci melalui konsep ekonomi sirkular yang tadi dimentori Pak Wamen,” ujar dr. Christian Widodo memberikan apresiasi tinggi.

Pemkot Kupang Siap Jamin Keberlanjutan Program

Pemerintah Kota Kupang menyatakan kesiapan penuh untuk bertindak sebagai mitra aktif guna menjamin keberadaan Program Garuda tidak sekadar menjadi seremonial sesaat, melainkan terus bergulir memberikan dampak finansial bagi warga.